Green Community: Dosen Unindra Kembangkan Kebun Hidroponik Vertikal di Lahan Sempit RW 08 Utan Kayu Selatan
![]() |
| Tim Abdimas UNINDRA Bersama Ketua RW 08 |
Jakarta (29/1) — Upaya memperkuat ketahanan pangan warga perkotaan terus dilakukan melalui pendekatan edukatif dan berkelanjutan. Dosen Universitas Indraprasta PGRI Jakarta (Unindra) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) bertajuk “Green Community: Pengembangan Kebun Hidroponik Vertikal pada Lahan Sempit untuk Mendukung Ketahanan Pangan Warga”, pada Sabtu, 24 Januari 2026, bertempat di RW 08 Utan Kayu Selatan, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur.
Kegiatan ini menyasar masyarakat perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan, namun tetap memiliki peluang besar untuk mengembangkan pertanian rumah tangga berbasis hidroponik. Melalui konsep kebun hidroponik vertikal, warga diajak memanfaatkan ruang sempit seperti dinding, teras, dan sudut rumah untuk menanam sayuran sehat dan bernilai ekonomi.
Salah satu pemateri, Idha Isnaningrum, menjelaskan bahwa hidroponik vertikal merupakan solusi pertanian urban yang praktis, ramah lingkungan, dan mudah diterapkan oleh masyarakat. Menurutnya, sistem ini tidak memerlukan tanah luas, hemat air, serta relatif mudah dalam perawatan.
“Hidroponik vertikal sangat cocok diterapkan di kawasan padat penduduk. Selain mendukung ketahanan pangan keluarga, metode ini juga dapat menjadi sarana edukasi lingkungan dan bahkan peluang usaha skala rumah tangga,” jelas Idha Isnaningrum dalam pemaparannya.
Dalam kegiatan tersebut, tim Abdimas Unindra juga memberikan pelatihan teknis mulai dari pengenalan sistem hidroponik, pemilihan jenis tanaman, perakitan instalasi vertikal sederhana, hingga perawatan dan panen. Warga tampak antusias mengikuti sesi praktik langsung yang dipandu oleh tim dosen.
Ketua RW 08 Utan Kayu Selatan, Subiyanto, menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini dan berharap program serupa dapat berkelanjutan. Ia menilai kegiatan Abdimas tersebut sangat relevan dengan kondisi lingkungan RW 08 yang memiliki keterbatasan lahan terbuka.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran dosen-dosen Unindra di lingkungan kami. Kegiatan ini membuka wawasan warga bahwa keterbatasan lahan bukan penghalang untuk bertani. Harapannya, kebun hidroponik ini bisa terus dikembangkan dan menjadi contoh bagi warga lainnya,” ujar Subiyanto.
Melalui kegiatan Green Community ini, Unindra menegaskan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, dengan menghadirkan solusi nyata atas persoalan ketahanan pangan di wilayah perkotaan. Program ini diharapkan mampu mendorong kemandirian pangan warga sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pertanian ramah lingkungan di tengah kota.

Posting Komentar