KKRI dan Pramuka: Memperkuat Karakter Siswa dengan Mengoptimalkan Organisasi yang Sudah Ada
Wacana penguatan karakter dan mental generasi muda kembali menemukan relevansinya. Di tengah perubahan sosial, derasnya arus informasi, tantangan dunia digital, hingga berbagai persoalan yang dihadapi remaja, sekolah membutuhkan ruang pendidikan yang tidak hanya mengasah kemampuan akademik, tetapi juga membangun disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, ketangguhan dan kecintaan kepada bangsa.
Salah satu gagasan yang menarik perhatian adalah pengembangan Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI). Kementerian Pertahanan dalam berbagai program KKRI menempatkan pembinaan karakter, nasionalisme, ketahanan mental dan wawasan kebangsaan sebagai bagian penting dari pendidikan generasi muda. Pada September 2026, misalnya, sekitar 150 peserta mengikuti pembinaan KKRI selama 10 hari dengan materi yang antara lain menanamkan nilai-nilai bela negara, nasionalisme dan ketahanan menghadapi ancaman nonmiliter.
Sebagai praktisi pendidikan, saya melihat tujuan tersebut sangat positif. Namun, ada satu pertanyaan yang patut kita ajukan bersama: apakah untuk membentuk karakter dan mental siswa kita harus selalu membuat wadah baru, sementara Indonesia sudah memiliki organisasi pendidikan nonformal yang memiliki pengalaman panjang, struktur sampai tingkat sekolah, metode pendidikan, pembina, serta jaringan yang sangat luas?
Jawabannya ada pada Gerakan Pramuka.
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 menegaskan bahwa pendidikan kepramukaan merupakan proses pembentukan kepribadian, kecakapan hidup dan akhlak mulia melalui penghayatan serta pengamalan nilai-nilai kepramukaan. Tujuan Gerakan Pramuka juga mencakup pembentukan pribadi yang beriman, berakhlak mulia, patriotik, disiplin, taat hukum dan memiliki kecakapan hidup.
Artinya, secara filosofis maupun kelembagaan, Pramuka sebenarnya sudah memiliki fondasi yang sangat kuat untuk menjadi salah satu ekosistem pembentukan karakter siswa sekolah menengah.
Lebih menarik lagi, Gerakan Pramuka memiliki Satuan Karya Pramuka (SAKA) Wirakartika, yang dikembangkan melalui kerja sama Gerakan Pramuka dengan TNI Angkatan Darat. Saka ini memberikan ruang kepada Pramuka Penegak dan Pandega untuk mengembangkan pengetahuan serta keterampilan bidang matra darat sekaligus meningkatkan kesadaran bela negara.
Di sinilah sesungguhnya kita dapat menemukan titik temu antara semangat KKRI dan kekuatan Gerakan Pramuka.
Kita dapat memperkuat pendidikan karakter, disiplin, kepemimpinan, ketahanan mental, wawasan kebangsaan dan bela negara melalui optimalisasi kegiatan yang sudah berjalan di Gugus Depan dan Satuan Karya. Bukan sekadar menambah seragam atau seremoni, tetapi menghadirkan program yang benar-benar mendidik: latihan kepemimpinan, kegiatan alam, pengabdian masyarakat, penanggulangan bencana, keterampilan hidup, literasi digital, ketahanan diri, serta proyek sosial yang memberi pengalaman nyata kepada peserta didik.
Renstra Gerakan Pramuka 2024–2028 sendiri menempatkan pembinaan anggota muda yang berkarakter Pancasila, berkecakapan hidup, memiliki jiwa kepemimpinan, kesukarelawanan, pengabdian masyarakat dan kesadaran bela negara sebagai bagian dari agenda strategis organisasi.
Karena itu, menurut saya, diskusi tentang KKRI hendaknya tidak ditempatkan sebagai pilihan “KKRI atau Pramuka”, melainkan sebagai momentum untuk memperkuat ekosistem pendidikan karakter yang sudah kita miliki.
Jika diperlukan, Gerakan Pramuka dapat berkolaborasi dengan sekolah, TNI, pemerintah daerah dan berbagai lembaga terkait untuk menghadirkan model pembinaan siswa yang lebih relevan dengan zaman. Pramuka tidak cukup hanya dipertahankan; ia harus terus diaktualisasikan.
Sebab membangun mental generasi muda bukan pekerjaan satu lembaga. Ia membutuhkan ekosistem. Dan Indonesia sesungguhnya telah memiliki salah satu ekosistem itu sejak lama: Gerakan Pramuka.
Tantangannya sekarang bukan sekadar membentuk organisasi baru, tetapi bagaimana organisasi yang sudah ada mampu menjawab kebutuhan generasi baru.
Satya kita abdikan, Dharma kita baktikan—untuk membentuk generasi Indonesia yang berkarakter, tangguh dan siap mengabdi.

Posting Komentar