Baru Serah Terima Kunci, Gedung Perpustakaan Rp 8 Miliar di Kp Baruan Serang Sudah Rusak dan Bocor, Aktivis; Diduga Ada Penyelewengan Anggaran
SERANG BANTEN – Kilometer78.Net
Serang ' Gedung layanan perpustakaan umum yang berlokasi di Kampung Baruan, Desa Sindangsari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, menuai sorotan. Meski baru saja menjalani proses serah terima kunci, kondisi bangunan senilai Rp 8 miliar tersebut dilaporkan sudah mengalami kerusakan di berbagai titik.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kerusakan paling mencolok terlihat pada bagian atap yang mengalami kebocoran. Selain itu, fasilitas penunjang gedung tampak belum rampung dikerjakan, seperti sejumlah stop kontak yang belum terpasang serta instalasi lampu yang tidak lengkap.
Seorang penjaga perpustakaan di lokasi yang enggan disebutkan namanya saat dikonfirmasi kondisi gedung yang kurang maksimal tersebut. Ia menyebutkan bahwa pengerjaan oleh pihak kontraktor, CV Reina, terkesan tidak rapi.
“Iya betul, ada beberapa titik atap yang bocor dan lampu juga belum terpasang. Selain itu, saluran drainase (u-ditch) banyak yang belum beres, bahkan finishing tiang-tiang bangunan terlihat berantakan,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Sabtu (17/1/2026).
Sebagai informasi, proyek pembangunan gedung perpustakaan ini menelan anggaran lebih dari Rp 8 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBD Kabupaten Serang Tahun Anggaran 2025. Proyek di bawah naungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Serang ini tercatat dengan nomor kontrak 000.3.3/SP.0329/DPKD/2025.
Kondisi gedung yang memprihatinkan ini memicu reaksi keras dari kalangan aktivis. Rudi, seorang aktivis anti-korupsi provinsi banten menyatakan kekecewaannya terhadap kualitas pengerjaan proyek yang menggunakan uang negara hingga miliaran tersebut.
Rudi menduga adanya ketidakberesan dalam proses pembangunan, mengingat bangunan kurang rapi meski baru berusia beberapa bulan sejak serah terima.
“Gedung dengan anggaran fantastis lebih dari Rp 8 miliar ini dikerjakan secara asal-asalan oleh CV Reina. Padahal baru beberapa bulan terima kunci, tapi kualitasnya seperti ini. Ini pekerjaan macam apa?” tegas Rudi aktivis anti korupsi.
Lebih lanjut, ia berencana untuk segera melayangkan Laporan Aduan (Lapdu) kepada pihak berwenang Aph (Aparat Penegak Hukum) dan Dinas terkait dugaan penyelewengan anggaran pada proyek pembangunan Gedung Perpustakan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Serang belum memberikan klarifikasi, sementara pihak kontraktor pelaksana terkait keluhan keruskan gedung tersebut Ia dengan santai mengatakan, “baik pak nanti saya cek kelokasi,”ujar Kontraktor H. Yani singkat.(*/red).

Posting Komentar