Telusuri
24 C
id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Kilometer78.Net
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukrim
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Politik
  • Olahraga
  • Opini
  • Wisata
  • Teknologi
  • Info dan Tips
  • Kesehatan
  • Kuliner
Kilometer78.Net
Telusuri

Beranda Kepemimpinan Zaldi Duhana Diuji, HMP Kritik Keras Anggaran Setda Kabupaten Serang 2026 Kepemimpinan Zaldi Duhana Diuji, HMP Kritik Keras Anggaran Setda Kabupaten Serang 2026

Kepemimpinan Zaldi Duhana Diuji, HMP Kritik Keras Anggaran Setda Kabupaten Serang 2026

Redaksi
Redaksi
16 Nov, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp




Kab.Serang -  Himpunan Mahasiswa Petir (HMP) kembali menyuarakan kegelisahan mendalam atas kebijakan Pemerintah Kabupaten Serang yang dinilai tidak pro-rakyat. Kali ini, sorotan tajam dialamatkan pada alokasi anggaran Sekretariat Daerah (Setda) tahun 2026 yang mencapai angka fantastis Rp76,15 miliar, sebagaimana tercantum dalam dokumen NK RAPBD.


Ketua Umum HMP, Tazkia Aulia, dengan nada prihatin mengungkapkan bahwa besarnya anggaran Setda di bawah kepemimpinan Zaldi Duhana ini sangat kontras dengan kondisi riil masyarakat Kabupaten Serang yang masih bergelut dengan berbagai persoalan mendasar. Mulai dari angka pengangguran yang tinggi, lapangan pekerjaan yang minim dan tidak layak, hingga masalah lingkungan yang semakin memburuk seperti ketersediaan tempat pembuangan sampah (TPS) yang tidak memadai dan menimbulkan berbagai dampak negatif bagi kesehatan dan kenyamanan warga pada, Sabtu (15/11/2025).


"Bagaimana mungkin, di saat saudara-saudara kita masih kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, pemerintah daerah justru mengalokasikan anggaran yang begitu besar untuk kepentingan internal birokrasi?" tanya Tazkia dengan nada retoris.


Lebih lanjut, Tazkia merinci bahwa dari total anggaran Rp76,15 miliar tersebut, Rp36,36 miliar dialokasikan untuk belanja gaji dan tunjangan aparatur Setda, sementara Rp39,79 miliar dialokasikan untuk belanja operasional. Angka ini dinilai sangat janggal dan tidak sejalan dengan semangat efisiensi anggaran yang terus digaungkan oleh pemerintah pusat.


"Pemerintah pusat sudah berkali-kali mengingatkan tentang pentingnya efisiensi anggaran dan prioritas pada belanja publik yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat. Tapi, apa yang kita lihat di daerah justru sebaliknya. Kenyamanan dan fasilitas birokrasi kembali ditempatkan di atas kesejahteraan rakyat," tegas Tazkia.


Dalam pernyataan resminya, Tazkia Aulia menyampaikan kritik keras terhadap kebijakan anggaran yang dinilai tidak berpihak pada rakyat kecil.


"Kami mengingatkan kepada seluruh pemangku kebijakan di Kabupaten Serang, bahwa APBD bukanlah dana pribadi yang bisa digunakan sesuka hati. APBD adalah amanah dari rakyat, yang harus dikelola secara transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas. Di tengah penderitaan dan kesulitan yang dialami oleh sebagian besar masyarakat Kabupaten Serang, menaikkan atau mempertahankan anggaran operasional Setda sebesar ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap nurani publik. Tidak ada alasan bagi pemerintah daerah untuk mengabaikan seruan efisiensi dari pemerintah pusat," ujarnya dengan nada bersemangat.

Tazkia juga menyoroti bahwa alokasi anggaran belanja operasional Setda yang mencapai hampir Rp40 miliar perlu dipertanyakan urgensi dan efektivitasnya. Ia menilai bahwa dana sebesar itu seharusnya bisa dialihkan untuk program-program yang lebih bermanfaat dan berdampak langsung bagi masyarakat, seperti pelatihan keterampilan untuk mengurangi pengangguran, pemberian modal usaha bagi pelaku UMKM, atau perbaikan infrastruktur lingkungan seperti pembangunan TPS yang representatif di setiap desa.


"Kami mempertanyakan, apa urgensinya belanja operasional Setda mencapai hampir Rp40 miliar? Apakah dana sebesar itu benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat, atau justru hanya untuk membiayai kegiatan-kegiatan seremonial yang tidak jelas manfaatnya?" tanya Tazkia.


Himpunan Mahasiswa Petir menekankan bahwa perencanaan anggaran daerah tidak boleh hanya didasarkan pada kalkulasi administratif semata, tetapi juga harus mempertimbangkan aspek moral dan tanggung jawab sosial. Pemerintah daerah seharusnya memberikan teladan yang baik dalam hal efisiensi dan penghematan anggaran, bukan justru memperlebar jurang antara kenyamanan pejabat dan penderitaan masyarakat.


Untuk itu, Himpunan Mahasiswa Petir mendesak Pemerintah Kabupaten Serang untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap anggaran Setda tahun 2026. HMP menuntut agar pemerintah daerah merevisi dan mengembalikan arah kebijakan anggaran kepada jalur yang benar, yaitu berpihak pada kepentingan rakyat, bukan pada kenyamanan internal birokrasi.


"Kami menuntut agar anggaran Setda dievaluasi secara menyeluruh. Jika memang ada pos-pos anggaran yang tidakPrioritaskan anggaran untuk mengatasi persoalan nyata masyarakat, seperti pengangguran, minimnya lapangan pekerjaan, dan buruknya pengelolaan lingkungan termasuk ketersediaan TPS di berbagai wilayah," pungkas Tazkia.

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Langganan
vimeo Langganan
instagram Follow
rss Langganan
pinterest Follow

Featured Post

Kompetisi skateboard yang digelar oleh Jarum76 menjadi ajang uji kemampuan pembinaan Atlit

Redaksi- Juni 21, 2026 0
Kompetisi skateboard yang digelar oleh Jarum76  menjadi ajang uji kemampuan pembinaan Atlit
Kota Serang  - Kilometer78.Net  Serang Banten ] kopetensi skatebord yang di gelar dengan dukungan jarum 76 untuk menguji para skater muda , tetapi juga menjadi…

Berita Terpopuler

Juknis SPMB Banten 2026 Berpotensi Menimbulkan Kerancuan Publik, Jalur Domisili Namun Nilai Rapor Menjadi Penentu Utama

Juknis SPMB Banten 2026 Berpotensi Menimbulkan Kerancuan Publik, Jalur Domisili Namun Nilai Rapor Menjadi Penentu Utama

Juni 17, 2026
KETUA PAC WALANTAKA MENGAJAK MASYARAKAT MENJADIKAN 1 MUHARRAM 1448 H SEBAGAI MOMENTUM HIJRAH MENUJU PERUBAHAN YANG LEBIH BAIK

KETUA PAC WALANTAKA MENGAJAK MASYARAKAT MENJADIKAN 1 MUHARRAM 1448 H SEBAGAI MOMENTUM HIJRAH MENUJU PERUBAHAN YANG LEBIH BAIK

Juni 16, 2026
LSM TIKAM Desak Gubernur Banten Evaluasi Juknis SPMB 2026, Dinilai : Berbeda Dengan Provinsi Lain dan Memicu Banyak Keluhan Masyarakat

LSM TIKAM Desak Gubernur Banten Evaluasi Juknis SPMB 2026, Dinilai : Berbeda Dengan Provinsi Lain dan Memicu Banyak Keluhan Masyarakat

Juni 19, 2026
organisasi kemasyarakatan, aktivis pemerhati pendidikan, serta elemen masyarakat sipil di Provinsi Banten Siap mengajukan Audiensi Ke OMBUDSMAN Banten, Minta  Pengawasan dan Khusus SPMB 2026

organisasi kemasyarakatan, aktivis pemerhati pendidikan, serta elemen masyarakat sipil di Provinsi Banten Siap mengajukan Audiensi Ke OMBUDSMAN Banten, Minta Pengawasan dan Khusus SPMB 2026

Juni 19, 2026
Proyek Rekonstruksi Jalan  CILOWONG - GEDEG Senilai Rp.14.6 Miliar di Taktakan  Ditemukan Patah, Regulasi K3 dan jenis  matrial  Terdokumentasi

Proyek Rekonstruksi Jalan CILOWONG - GEDEG Senilai Rp.14.6 Miliar di Taktakan Ditemukan Patah, Regulasi K3 dan jenis matrial Terdokumentasi

Juni 14, 2026
PERSPEKTIF MASYARAKAT TERKAIT SPMB 2026: SISTEM ZONASI DINILAI MASIH AMBIGU DAN BELUM ADIL

PERSPEKTIF MASYARAKAT TERKAIT SPMB 2026: SISTEM ZONASI DINILAI MASIH AMBIGU DAN BELUM ADIL

Juni 19, 2026
PEDAGANG DEPAN RUMAH SAKIT KURNIA RESAHKAN KELUARGA PASIEN

PEDAGANG DEPAN RUMAH SAKIT KURNIA RESAHKAN KELUARGA PASIEN

Juni 16, 2026
TIKAM DESAK GUBERNUR BANTEN EVALUASI JUKNIS SPMB 2026, NILAI JALUR DOMISILI BERGESER MENJADI JALUR AKADEMIK

TIKAM DESAK GUBERNUR BANTEN EVALUASI JUKNIS SPMB 2026, NILAI JALUR DOMISILI BERGESER MENJADI JALUR AKADEMIK

Juni 18, 2026
Sungai Ciujung Kembali Menghitam Saat Musim Kemarau, Ketua DPD IWO Indonesia Kabupaten Serang Desak DLHK dan Bupati Bertindak Cepat*

Sungai Ciujung Kembali Menghitam Saat Musim Kemarau, Ketua DPD IWO Indonesia Kabupaten Serang Desak DLHK dan Bupati Bertindak Cepat*

Juni 14, 2026
Diduga Kebal Hukum, Kepala SDN 1 Kujangjaya Hanya Janji Kembalikan Uang Pungutan, Awak Media Desak Sanksi Tegas

Diduga Kebal Hukum, Kepala SDN 1 Kujangjaya Hanya Janji Kembalikan Uang Pungutan, Awak Media Desak Sanksi Tegas

Juni 18, 2026

Berita Terpopuler

Juknis SPMB Banten 2026 Berpotensi Menimbulkan Kerancuan Publik, Jalur Domisili Namun Nilai Rapor Menjadi Penentu Utama

Juknis SPMB Banten 2026 Berpotensi Menimbulkan Kerancuan Publik, Jalur Domisili Namun Nilai Rapor Menjadi Penentu Utama

Juni 17, 2026
KETUA PAC WALANTAKA MENGAJAK MASYARAKAT MENJADIKAN 1 MUHARRAM 1448 H SEBAGAI MOMENTUM HIJRAH MENUJU PERUBAHAN YANG LEBIH BAIK

KETUA PAC WALANTAKA MENGAJAK MASYARAKAT MENJADIKAN 1 MUHARRAM 1448 H SEBAGAI MOMENTUM HIJRAH MENUJU PERUBAHAN YANG LEBIH BAIK

Juni 16, 2026
LSM TIKAM Desak Gubernur Banten Evaluasi Juknis SPMB 2026, Dinilai : Berbeda Dengan Provinsi Lain dan Memicu Banyak Keluhan Masyarakat

LSM TIKAM Desak Gubernur Banten Evaluasi Juknis SPMB 2026, Dinilai : Berbeda Dengan Provinsi Lain dan Memicu Banyak Keluhan Masyarakat

Juni 19, 2026
organisasi kemasyarakatan, aktivis pemerhati pendidikan, serta elemen masyarakat sipil di Provinsi Banten Siap mengajukan Audiensi Ke OMBUDSMAN Banten, Minta  Pengawasan dan Khusus SPMB 2026

organisasi kemasyarakatan, aktivis pemerhati pendidikan, serta elemen masyarakat sipil di Provinsi Banten Siap mengajukan Audiensi Ke OMBUDSMAN Banten, Minta Pengawasan dan Khusus SPMB 2026

Juni 19, 2026
Proyek Rekonstruksi Jalan  CILOWONG - GEDEG Senilai Rp.14.6 Miliar di Taktakan  Ditemukan Patah, Regulasi K3 dan jenis  matrial  Terdokumentasi

Proyek Rekonstruksi Jalan CILOWONG - GEDEG Senilai Rp.14.6 Miliar di Taktakan Ditemukan Patah, Regulasi K3 dan jenis matrial Terdokumentasi

Juni 14, 2026
PERSPEKTIF MASYARAKAT TERKAIT SPMB 2026: SISTEM ZONASI DINILAI MASIH AMBIGU DAN BELUM ADIL

PERSPEKTIF MASYARAKAT TERKAIT SPMB 2026: SISTEM ZONASI DINILAI MASIH AMBIGU DAN BELUM ADIL

Juni 19, 2026
PEDAGANG DEPAN RUMAH SAKIT KURNIA RESAHKAN KELUARGA PASIEN

PEDAGANG DEPAN RUMAH SAKIT KURNIA RESAHKAN KELUARGA PASIEN

Juni 16, 2026
TIKAM DESAK GUBERNUR BANTEN EVALUASI JUKNIS SPMB 2026, NILAI JALUR DOMISILI BERGESER MENJADI JALUR AKADEMIK

TIKAM DESAK GUBERNUR BANTEN EVALUASI JUKNIS SPMB 2026, NILAI JALUR DOMISILI BERGESER MENJADI JALUR AKADEMIK

Juni 18, 2026
Sungai Ciujung Kembali Menghitam Saat Musim Kemarau, Ketua DPD IWO Indonesia Kabupaten Serang Desak DLHK dan Bupati Bertindak Cepat*

Sungai Ciujung Kembali Menghitam Saat Musim Kemarau, Ketua DPD IWO Indonesia Kabupaten Serang Desak DLHK dan Bupati Bertindak Cepat*

Juni 14, 2026
Diduga Kebal Hukum, Kepala SDN 1 Kujangjaya Hanya Janji Kembalikan Uang Pungutan, Awak Media Desak Sanksi Tegas

Diduga Kebal Hukum, Kepala SDN 1 Kujangjaya Hanya Janji Kembalikan Uang Pungutan, Awak Media Desak Sanksi Tegas

Juni 18, 2026
Kilometer78.Net

About Us

Kilometer78.Net merupakan portal berita terkini di Indonesia, menyajikan beragam informasi dari berbagai sektor kehidupan yang disajikan secara sederhana dan mudah dipahami untuk membukan wawasan secara luas.

Contact us: redaksikilometer78@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2025 Kilometer78.Net
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber