Study Visit Siswa Kelas VI MIN 2 Serang ke Banten International Stadium Berjalan Sukses
![]() |
| MIN 2 Serang Visitasi ke BIS |
Serang (14/4) — Kegiatan study visit yang dilakukan oleh siswa kelas VI MIN 2 Serang ke Banten International Stadium (BIS) berlangsung sukses dan penuh antusiasme. Sebanyak 99 siswa didampingi 10 guru mengikuti kegiatan ini sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman langsung.
Kunjungan ini bertujuan untuk memperluas wawasan siswa mengenai fasilitas publik bertaraf internasional yang dimiliki Provinsi Banten, sekaligus memberikan pengalaman nyata dalam proses pembelajaran di luar kelas. Selama kegiatan, para siswa mendapatkan penjelasan langsung terkait profil, fungsi, hingga sistem pengelolaan stadion dari tim pengelola BIS yang dipimpin Angga, bersama Dimas dan Savira.
Suasana interaktif terlihat saat sesi pemaparan dan tanya jawab berlangsung. Para siswa menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi dengan aktif mengajukan berbagai pertanyaan seputar pengelolaan stadion modern.
Dalam sambutannya, Dimas menyampaikan apresiasi atas inisiatif edukatif tersebut. Ia menilai kegiatan ini sebagai langkah maju dalam dunia pendidikan. “MIN 2 Serang adalah sekolah pertama yang melakukan study visit ke Banten International Stadium. Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala MIN 2 Serang, Sanukri, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pembelajaran siswa kelas VI. Menurutnya, study visit ini penting untuk mendukung kebutuhan siswa dalam menyusun laporan observasi sebagai bagian dari Ujian Praktik Tahun Pelajaran 2025–2026.
Hal senada disampaikan Ketua Pelaksana Ujian Kelas VI, Asep Nazarudin. Ia memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. “Alhamdulillah kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan terkendali,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mengasah kemampuan observasi secara langsung di lapangan. Study visit ini menjadi contoh inovasi pembelajaran yang mengintegrasikan teori dengan praktik nyata, sekaligus menumbuhkan semangat belajar yang lebih kontekstual dan menyenangkan.

Posting Komentar