SUASANA MERIAH DAN PENUH MAKNA: PERINGATAN HUT RI KE-81 DI KRATON BANTEN LAMA DIRANGKAI BAKTI SOSIAL
Serang Banten -- Kilometer78.Net
SERANG BANTEN 17 Agustus 2026 ] Suasana haru, khidmat sekaligus meriah menyelimuti kawasan bersejarah Kraton Banten Lama, Kota Serang, pada Senin (17/8/2026). Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini berjalan sangat istimewa dengan rangkaian upacara kemerdekaan yang dilanjutkan dengan kegiatan bakti sosial.
Mengusung tema “Menjaga Marwah Negeri, Meneguhkan Kedaulatan Bangsa: Semangat Kesultanan Banten untuk Indonesia Bersinar”, kegiatan berlangsung penuh semangat mulai pukul 07.00 WIB hingga 12.00 WIB. Diawali dengan pelaksanaan upacara bendera yang berlangsung khidmat, kemudian dilanjutkan dengan pembagian bakti sosial yang membawa kebahagiaan bagi masyarakat sekitar.
Peringatan bersejarah ini turut dihadiri dan dipenuhi oleh berbagai tokoh dari beragam unsur, yang menambah keistimewaan acara tersebut. Di antaranya hadir langsung YM Kanjeng Sultan, YM Kanjeng Permaisuri, YM Kanjeng Ratu Wakil, YM Kanjeng Pangeran Wayan Sandhy atau Pangeran Rizky Abdullah, Abah Fathuladzim, serta Umi Tatu.
Turut hadir pula jajaran tokoh lainnya: Novita Gosal (Ketua Umum Barisan Relawan Anti Narkotika Indonesia/BRAIN mitra BNN), KH Abah Astari (Ketua Laskar Kesultanan Banten), YM DYM Pangeran Senopati Raja Dewan Naladuta Nusantara Indonesia, serta Prof. Dr. H. Febryan Adhitya, S.E., M.Sn., Ph.D.
Kehadiran para tokoh lain pun mewarnai kemeriahan acara, meliputi Ki Satria Libanteng, Nofa Farida Lestari (Direktur Eksekutif Musee ID sekaligus Board Director ICOM CECA), Sriwulantuty RO (Direktur Kemitraan Musee ID), Aryo Bimo Widiotomo (Event Manager Musee ID), M. Iqbal (dari Keluarga Sultan Hamengkubuwono II), Novena Wijaya, serta Hj. Jasmani, S.E., M.Si. (Ketua Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa/IARMI DPK Kota Serang).
Momen ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan wujud penghormatan tulus terhadap perjuangan para pahlawan sekaligus upaya nyata menjaga kelestarian warisan sejarah dan budaya leluhur.
Selain itu Pertemuan hangat antara unsur kesultanan, akademisi, pegiat sosial, hingga komunitas budaya menjadi bukti nyata sinergi erat seluruh elemen masyarakat dalam menjaga dan merawat kawasan Banten Lama sebagai kebanggaan bersama.
Melalui rangkaian upacara dan bakti sosial ini, semangat kemerdekaan diharapkan terus hidup dan bergerak nyata—tidak hanya dalam perayaan, melainkan terwujud dalam kepedulian sesama serta komitmen kokoh untuk menjaga warisan luhur bangsa demi Indonesia yang semakin bersinar.
( Red - Km78')


Posting Komentar