“Aku Seperti di Mekkah…”: Pengalaman Tak Terlupakan Siswa MIN 2 Serang Saat Manasik Haji
![]() |
| Rombongan Manasik Haji MIN 2 Serang |
Serang (8/4) — Wajah-wajah polos itu tampak berseri. Balutan kain ihram sederhana yang mereka kenakan hari itu bukan sekadar seragam praktik, melainkan pintu awal bagi mimpi besar: menjadi tamu Allah di Tanah Suci.
Ratusan siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Serang mengikuti kegiatan manasik haji Tahun Ajaran 2025–2026 dengan penuh antusias. Bagi mereka, ini bukan sekadar kegiatan sekolah, tetapi pengalaman spiritual yang begitu berkesan.
“Aku seperti di Mekkah beneran,” ujar salah satu siswa dengan mata berbinar, usai mengikuti rangkaian thawaf dan sa’i. Kalimat sederhana itu menggambarkan betapa kegiatan ini mampu menghadirkan suasana yang hidup dan menyentuh hati.
Sebanyak lebih dari 100 siswa yang terbagi dalam empat kelas mengikuti manasik dengan tertib dan penuh semangat. Didampingi guru dan panitia, mereka menjalani setiap tahapan ibadah haji, mulai dari niat ihram, thawaf mengelilingi Ka’bah, sa’i antara Shafa dan Marwah, hingga simulasi wukuf di Arafah.
Ketua rombongan, H. Fakthurrohman, S.Mn., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sedekat mungkin dengan kondisi nyata. “Kami ingin anak-anak tidak hanya tahu secara teori, tetapi juga merasakan langsung prosesnya. Dari situ akan tumbuh pemahaman dan kecintaan terhadap ibadah,” tuturnya.
Kegiatan yang dilaksanakan di DM Manasik Center ini menghadirkan suasana yang mendukung imajinasi siswa. Miniatur Ka’bah, jalur sa’i, hingga pengaturan kelompok membuat pengalaman belajar terasa nyata dan menyenangkan.
Kepala MIN 2 Serang, Sanukri, S.Ag., M.M.Pd., menegaskan bahwa manasik haji bukan hanya soal praktik ibadah, tetapi juga pembentukan karakter. “Di sini anak-anak belajar disiplin, sabar, tertib, dan saling membantu. Nilai-nilai ini yang ingin kita tanamkan sejak dini,” ujarnya.
Di balik langkah-langkah kecil mereka saat mengelilingi Ka’bah, tersimpan harapan besar dari para guru dan orang tua. Bahwa suatu hari nanti, mereka benar-benar akan menapakkan kaki di Tanah Suci, bukan lagi dalam simulasi, melainkan dalam kenyataan.
Manasik haji ini bukan hanya menjadi agenda rutin madrasah, tetapi juga menjadi cerita yang akan terus hidup dalam ingatan para siswa—sebuah awal dari perjalanan spiritual yang panjang.

Posting Komentar