Telusuri
24 C
id
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Kilometer78.Net
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukrim
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Politik
  • Olahraga
  • Opini
  • Wisata
  • Teknologi
  • Info dan Tips
  • Kesehatan
  • Kuliner
Kilometer78.Net
Telusuri

Beranda Headline Opini Peristiwa Hardiknas: Seremonial Tanpa Arah, Pendidikan Kita Sedang Kehilangan Jiwa
Headline Opini Peristiwa

Hardiknas: Seremonial Tanpa Arah, Pendidikan Kita Sedang Kehilangan Jiwa

binacerdasmandiri
binacerdasmandiri
04 Mei, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Oleh: Indra Martha Rusmana
(Akademisi Unindra, Wakil Ketua Kwarcab Kota Serang, dan Wakil Ketua ICMI Kota Serang)

 

Setiap tanggal 2 Mei, bangsa ini kembali khidmat memperingati Hari Pendidikan Nasional. Upacara digelar, pidato dibacakan, dan slogan-slogan besar kembali digaungkan. Namun pertanyaan yang menggelitik: apakah pendidikan kita benar-benar bergerak maju, atau hanya berputar dalam lingkaran seremonial yang menenangkan, tetapi kosong arah?

Realitas di lapangan justru berbicara sebaliknya. Dalam satu tahun terakhir, dunia pendidikan Indonesia dihadapkan pada berbagai peristiwa yang mencemaskan—bahkan memalukan.

Kasus pertama, lonjakan kekerasan di lingkungan pendidikan. Data menunjukkan bahwa sepanjang 2025 terdapat ratusan kasus kekerasan di satuan pendidikan, dengan dominasi relasi guru terhadap siswa mencapai lebih dari 46%. Lebih ironis lagi, sekitar 90% korban adalah peserta didik—mereka yang seharusnya dilindungi. Ini bukan sekadar angka, tetapi alarm keras bahwa sekolah mulai kehilangan fungsi dasarnya sebagai ruang aman.

Kasus kedua, tragedi perundungan yang merenggut nyawa mahasiswa dalam peristiwa Udayana University bullying incident. Dunia kampus yang seharusnya menjadi ruang intelektual justru menjadi arena tekanan sosial yang berujung fatal. Ini menandakan kegagalan sistem dalam membangun budaya empati dan kemanusiaan.

Kasus ketiga, dugaan kekerasan terhadap anak di Little Aresha Daycare child abuse case, di mana puluhan anak menjadi korban perlakuan tidak manusiawi. Ketika lembaga pendidikan usia dini pun tidak lagi aman, kita sedang menghadapi krisis moral yang serius.

Belum lagi persoalan tata kelola pendidikan seperti skandal pengadaan laptop dalam Chromebook procurement scandal yang nilainya mencapai triliunan rupiah. Alih-alih memperkuat kualitas pendidikan, kebijakan justru terseret dalam pusaran dugaan korupsi dan keputusan yang tidak berpihak pada kebutuhan riil di lapangan.

Semua ini menunjukkan satu benang merah: pendidikan kita kehilangan arah. Ia sibuk pada output administratif, tetapi lalai pada esensi.

Padahal sejatinya, pendidikan Indonesia bukan hanya tentang melahirkan manusia cerdas secara kognitif. Pendidikan adalah proses memanusiakan manusia—membangun keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual. Tanpa itu, kita hanya mencetak generasi pintar yang rapuh secara karakter.

Ironisnya, di tengah kondisi tersebut, muncul wacana penghapusan jurusan kependidikan dari pemangku kebijakan. Sebuah ide yang justru semakin menjauhkan kita dari solusi. Jika pendidik tidak lagi dipersiapkan secara khusus, lalu siapa yang akan menjaga ruh pendidikan itu sendiri?

Hardiknas seharusnya menjadi momentum refleksi, bukan sekadar seremoni. Kita tidak kekurangan slogan, tetapi kekurangan keberanian untuk berbenah.

Ada tiga harapan yang harus kita jaga bersama:

Pertama, negara harus menghadirkan arah pendidikan yang jelas, konsisten, dan berjangka panjang—bukan kebijakan yang berubah-ubah tanpa fondasi filosofis yang kuat.

Kedua, penguatan karakter harus menjadi prioritas utama. Sekolah harus kembali menjadi ruang aman, ramah, dan manusiawi, bukan tempat yang justru melukai.

Ketiga, profesi guru harus dimuliakan dan dipersiapkan secara serius. Menghapus atau melemahkan pendidikan keguruan sama saja dengan mencabut akar dari pohon pendidikan itu sendiri.

Jika tidak, maka kita harus jujur mengakui: Hari Pendidikan Nasional hanya akan menjadi panggung formalitas tahunan—yang meriah di permukaan, tetapi hampa di kedalaman.

Dan saat itu terjadi, yang hilang bukan sekadar arah pendidikan, tetapi masa depan bangsa itu sendiri.
Via Headline
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Langganan
vimeo Langganan
instagram Follow
rss Langganan
pinterest Follow

Featured Post

P2N Dorong Gerakan Masyarakat untuk Pemasangan Patok Batas tanah dan Pasang Plang pada Tanah Kosong untuk Cegah Sengketa dan Mafia Tanah*

Redaksi- Agustus 16, 2026 0
P2N Dorong Gerakan Masyarakat untuk Pemasangan Patok Batas tanah dan Pasang Plang pada Tanah Kosong untuk Cegah Sengketa dan Mafia Tanah*
Serang Banten -- Kilometet78.Net Serang, 16 Agustus 2026 ]  Pemerhati Pertanahan Nusantara (P2N) mendorong gerakan pemasangan plang dan patok batas pada bidang…

Berita Terpopuler

Wakapolsek Samarinda Ulu Jadi Korban Pemukulan Saat Evakuasi Korban Kecelakaan di Jalan Ir Juanda

Wakapolsek Samarinda Ulu Jadi Korban Pemukulan Saat Evakuasi Korban Kecelakaan di Jalan Ir Juanda

Agustus 15, 2026
Aktivis Banten Soroti Pembangunan SDN Masigit, Fitra: Pelaksana Harus Dievaluasi dan Bisa Diblacklist

Aktivis Banten Soroti Pembangunan SDN Masigit, Fitra: Pelaksana Harus Dievaluasi dan Bisa Diblacklist

Agustus 15, 2026
H MAD RAYA PIMPINAN MAJLIS AL FUTUHATIL BAROKAH, BERTEKAD SATUKAN JAMAAH DI KOTA SERANG.

H MAD RAYA PIMPINAN MAJLIS AL FUTUHATIL BAROKAH, BERTEKAD SATUKAN JAMAAH DI KOTA SERANG.

Agustus 15, 2026
 Antusias Remaja Komplek Lebak Indah, AKOMSI RW 005 Semarakkan HUT RI ke-81

Antusias Remaja Komplek Lebak Indah, AKOMSI RW 005 Semarakkan HUT RI ke-81

Agustus 15, 2026
Aktifis Banten dampingi perwakilan pengelola SPPG  MBG yang  diduga menahan hasil uji laboratorium oleh oknum dinas kesehatan

Aktifis Banten dampingi perwakilan pengelola SPPG MBG yang diduga menahan hasil uji laboratorium oleh oknum dinas kesehatan

Agustus 11, 2026
Pengurus PW FRN Banten  Silaturahmi ke Polres Cilegon, Jalin Sinergi Kemitraan Media*

Pengurus PW FRN Banten Silaturahmi ke Polres Cilegon, Jalin Sinergi Kemitraan Media*

Agustus 15, 2026
H. Hermin: AJB Lama Tak Berdasar Ukur Resmi dan Berbeda Blok, Klaim Tanah Ahli Waris Diragukan

H. Hermin: AJB Lama Tak Berdasar Ukur Resmi dan Berbeda Blok, Klaim Tanah Ahli Waris Diragukan

Agustus 11, 2026
REVITALISASI SD NEGERI GOWOK BERNILAI RP1,4 MILIAR DISOROT, PEKERJA TANPA HELM HINGGA PENGAWASAN PROYEK DIPERTANYAKAN*

REVITALISASI SD NEGERI GOWOK BERNILAI RP1,4 MILIAR DISOROT, PEKERJA TANPA HELM HINGGA PENGAWASAN PROYEK DIPERTANYAKAN*

Agustus 15, 2026
Semarak HUT RI ke 81 lomba gerak jalan di Ciomas, Tumbuhkan Semangat Nasionalisme Sejak Dini

Semarak HUT RI ke 81 lomba gerak jalan di Ciomas, Tumbuhkan Semangat Nasionalisme Sejak Dini

Agustus 15, 2026
Aktifis Banten dampingi perwakilan pengelola SPPG  MBG yang  diduga menahan hasil uji laboratorium oleh oknum dinas

Aktifis Banten dampingi perwakilan pengelola SPPG MBG yang diduga menahan hasil uji laboratorium oleh oknum dinas

Agustus 11, 2026

Berita Terpopuler

Wakapolsek Samarinda Ulu Jadi Korban Pemukulan Saat Evakuasi Korban Kecelakaan di Jalan Ir Juanda

Wakapolsek Samarinda Ulu Jadi Korban Pemukulan Saat Evakuasi Korban Kecelakaan di Jalan Ir Juanda

Agustus 15, 2026
Aktivis Banten Soroti Pembangunan SDN Masigit, Fitra: Pelaksana Harus Dievaluasi dan Bisa Diblacklist

Aktivis Banten Soroti Pembangunan SDN Masigit, Fitra: Pelaksana Harus Dievaluasi dan Bisa Diblacklist

Agustus 15, 2026
H MAD RAYA PIMPINAN MAJLIS AL FUTUHATIL BAROKAH, BERTEKAD SATUKAN JAMAAH DI KOTA SERANG.

H MAD RAYA PIMPINAN MAJLIS AL FUTUHATIL BAROKAH, BERTEKAD SATUKAN JAMAAH DI KOTA SERANG.

Agustus 15, 2026
 Antusias Remaja Komplek Lebak Indah, AKOMSI RW 005 Semarakkan HUT RI ke-81

Antusias Remaja Komplek Lebak Indah, AKOMSI RW 005 Semarakkan HUT RI ke-81

Agustus 15, 2026
Aktifis Banten dampingi perwakilan pengelola SPPG  MBG yang  diduga menahan hasil uji laboratorium oleh oknum dinas kesehatan

Aktifis Banten dampingi perwakilan pengelola SPPG MBG yang diduga menahan hasil uji laboratorium oleh oknum dinas kesehatan

Agustus 11, 2026
Pengurus PW FRN Banten  Silaturahmi ke Polres Cilegon, Jalin Sinergi Kemitraan Media*

Pengurus PW FRN Banten Silaturahmi ke Polres Cilegon, Jalin Sinergi Kemitraan Media*

Agustus 15, 2026
H. Hermin: AJB Lama Tak Berdasar Ukur Resmi dan Berbeda Blok, Klaim Tanah Ahli Waris Diragukan

H. Hermin: AJB Lama Tak Berdasar Ukur Resmi dan Berbeda Blok, Klaim Tanah Ahli Waris Diragukan

Agustus 11, 2026
REVITALISASI SD NEGERI GOWOK BERNILAI RP1,4 MILIAR DISOROT, PEKERJA TANPA HELM HINGGA PENGAWASAN PROYEK DIPERTANYAKAN*

REVITALISASI SD NEGERI GOWOK BERNILAI RP1,4 MILIAR DISOROT, PEKERJA TANPA HELM HINGGA PENGAWASAN PROYEK DIPERTANYAKAN*

Agustus 15, 2026
Semarak HUT RI ke 81 lomba gerak jalan di Ciomas, Tumbuhkan Semangat Nasionalisme Sejak Dini

Semarak HUT RI ke 81 lomba gerak jalan di Ciomas, Tumbuhkan Semangat Nasionalisme Sejak Dini

Agustus 15, 2026
Aktifis Banten dampingi perwakilan pengelola SPPG  MBG yang  diduga menahan hasil uji laboratorium oleh oknum dinas

Aktifis Banten dampingi perwakilan pengelola SPPG MBG yang diduga menahan hasil uji laboratorium oleh oknum dinas

Agustus 11, 2026
Kilometer78.Net

About Us

Kilometer78.Net merupakan portal berita terkini di Indonesia, menyajikan beragam informasi dari berbagai sektor kehidupan yang disajikan secara sederhana dan mudah dipahami untuk membukan wawasan secara luas.

Contact us: redaksikilometer78@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2025 Kilometer78.Net
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber